Sejarah

Perjalanan Kompas menggapai kepercayaan pembaca Nusantara harus melalui serangkaian perjuangan panjang. Semenjak terbit pada tahun 1965 hingga masih menyapa pagi Anda sekitar separuh abad berikutnya diisi dengan berbagai catatan pencapaian.

01JUL 2009

Kompas berformat e-paper pertama diluncurkan untuk publik. Format ini menawarkan pengalaman yang berbeda bagi pembaca sebagai gerbang transformasi ke era digital.

Bersamaan dengan HUT ke-40, Kompas tampil dengan desain dan ukuran baru, dari sembilan kolom menjadi tujuh kolom. Lembar klasifikasi iklan Kompas Klasika terbit perdana.

28JUN 2005
01SEP 1997

Kompas menerapkan cetak jarak jauh melalui percetakan Bawen yang melayani pengiriman surat kabar untuk pelanggan di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.

Kompas versi internet diperkenalkan dengan nama Kompas Online.

14SEP 1995
02NOV 1986

Jumlah halaman Kompas terus bertambah. Sejak hari ini, seminggu sekali jumlah halaman menjadi 16 halaman.

Kompas Minggu terbit perdana.

17SEP 1978
21JAN 1978

Kompas dilarang terbit untuk kedua kalinya. Kompas terbit kembali 4 Februari 1978.

Kompas menampilkan Iklan dua warna (hitam dan merah) untuk pertama kalinya.

26JUL 1976
25NOV 1972

Peresmian percetakan Gramedia di Jalan Palmerah Selatan untuk mendukung perkembangan Kompas. Tiras Kompas menjadi sekitar 96.000 eksemplar dengan tebal 12 halaman.

Perubahan desain pertama, penghilangan garis batas kolom dalam satu berita.

01JAN 1971
29AGU 1966

Sehubungan krisis kertas Koran, ukuran Kompas menyusut dari sembilan kolom menjadi enam kolom, dengan jumlah halaman tetap empat lembar. Kondisi ini berlangsung hingga 9 September 1966.

Kompas dilarang terbit terkait peristiwa Gerakan 30 September.

02OKT 1966
28JUN 1965

Kompas resmi terbit pertama kali sebanyak empat halaman, masing-masing halaman sembilan kolom. Terbitan pertama dicetak dengan tiras hampir 5.000 eksemplar dan beredar di Jakarta.