Akses Kompas.id untuk Sivitas Universitas Airlangga

KOMPAS.ID
Pemimpin Redaksi Kompas Budiman Tanuredjo (kiri) bersama Rektor Universitas Airlangga Muhammad Nasih saat penandatanganan perjanjian kerja sama Kompas.id dalam jaringan WiFi Universitas Airlangga, Jumat (23/2) di Surabaya.

SURABAYA, KOMPAS — Harian Kompas menegaskan komitmennya untuk memberikan informasi berkualitas kepada generasi muda. Sejak Jumat (23/2), harian Kompas dalam bentuk digital, Kompas.id, dapat diakses di jaringan WiFi Universitas Airlangga oleh 34.000 pengguna.

Penandatanganan perjanjian kerja sama antara PT Kompas Media Nusantara dan Universitas Airlangga itu dilakukan saat Airlangga Education Expo di Airlangga Convention Center, Surabaya, Jumat.

Harian Kompas diwakili Pemimpin Redaksi Budiman Tanuredjo, sementara Universitas Airlangga oleh Rektor Muhammad Nasih.

”Universitas Airlangga menjadi universitas negeri pertama yang bekerja sama dengan harian Kompas,” kata Budiman saat penandatanganan perjanjian kerja sama (MOU) Kompas.id dalam jaringan WiFi Universitas Airlangga.

kompas.id unair
Akses Kompas.id hadir dalam jaringan WiFi Universitas Airlangga.

Sebelumnya, Senin (18/9/2017), harian Kompas melakukan kerja sama dengan Garuda Indonesia dengan menyediakan akses informasi fitur Kompas Digital melalui laman www.kompas.id bagi anggota Garuda Miles.

Layanan tersebut merupakan nilai tambah bagi semua pengguna jasa Garuda Indonesia yang masuk keanggotaan Garuda Miles.

Kemudian, pada Rabu (1/11/2017), PT Kompas Media Nusantara juga menjalin kerja sama dengan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.

Pelanggan Telkom bebas untuk mengakses konten Kompas.id di jaringan Wifi.id yang tersebar di 124.000 titik di seluruh Indonesia dan diakses oleh 5 juta orang per bulan.

Menurut Budiman, Kompas merupakan perpustakaan terbuka bagi bangsa. Banyak peristiwa penting terekam di arsip digital harian Kompas yang bisa menjadi bahan kajian mahasiswa ataupun dosen di lingkungan Universitas Airlangga.

”Peristiwa yang terekam oleh harian Kompas bisa memperkaya sumber referensi sivitas akademika Universitas Airlangga yang melakukan kajian. Sebab, semua informasi yang ada di harian Kompas bukanlah berita hoax karena sudah melalui proses verifikasi,” tutur Budiman.

Dia mencontohkan, perdebatan mengenai misteri Surat Perintah 11 Maret 1966 (Supersemar) yang dikeluarkan Presiden Soekarno bisa dilihat di harian Kompas edisi 14 Maret 1966.

Akses lebih mudah karena semua informasi sudah dalam bentuk digital sehingga berita yang terjadi pada masa lalu bisa kembali dilihat di era sekarang.

”Mau melihat perkembangan Kota Surabaya juga tersimpan rapi di harian Kompas,” katanya.

kompas.id
Cara akses Kompas.id di jaringan WiFi Universitas Airlangga.

Pada tahun 2017, harian Kompas melahirkan inovasi berupa platform digital bernama Kompas.id. Kehadiran Kompas.id merupakan respons harian Kompas terhadap perkembangan teknologi yang kian berkembang.

Melalui platform digital berbayar inilah, harian Kompas menyajikan informasi dan berita berkualitas khas harian Kompas dalam format digital.

Pembaca bisa mengakses kompas.id melalui website www.kompas.id atau mengunduh aplikasi Kompas.id di gawai yang menggunakan sistem operasi Android dan iOs.

Apabila ingin berlangganan secara mandiri, pelanggan bisa mendaftar melalui laman https://kompas.id/langganankompas/ dengan biaya mulai Rp 50.000 per bulan.

Adapun pelanggan koran Kompas dapat meminta akses Kompas.id secara gratis melalui layanan pelanggan (021) 2567600 atau pesan Whatsapp 081290050800.

Platform baru ini memungkinkan pembaca dan pelanggan Garuda Indonesia mendapatkan laporan yang berkedalaman khas harian Kompas, foto yang lebih kaya, dan hasil riset di mana saja dan kapan saja.

”Hadirnya Kompas.id sebagai sebuah platform yang dinamis ini diharapkan dapat melengkapi kehadiran koran harian Kompas di masyarakat,” ujar Budiman.

KOMPAS.IID
Pemimpin Redaksi Harian Kompas Budiman Tanuredjo di Universitas Airlangga, Surabaya, Jumat (23/2).

Tidak hanya itu, Kompas.id pun memiliki berbagai fitur andalan yang menarik untuk diikuti. Fitur ini antara lain Reportase Langsung, Riset, Di Balik Berita, dan Tutur Visual. Keempat fitur ini hadir dengan keunggulan dan keunikan masing-masing.

Fitur Reportase Langsung, misalnya, memungkinkan pembaca memantau detik demi detik sebuah kejadian yang dilaporkan eksklusif dari tempat kejadian oleh pewarta harian Kompas.

Laporan tersebut juga kerap dilengkapi riset dan arsip pendukung sehingga Reportase Langsung menjadi lebih komprehensif dan penting untuk diikuti.

Berbeda dengan Reportase Langsung yang bersifat hard news, fitur Di Balik Berita menyuguhkan berita-berita menarik seputar sepak terjang jurnalis dan pewarta foto dalam mengabarkan informasi khas harian Kompas.

Fitur andalan Kompas.id lainnya adalah Riset, yang merupakan rubrik berisi artikel-artikel dengan pendekatan jurnalistik presisi, yang didesain dari hasil penelitian atau kajian, untuk mengungkap fenomena sosial ekonomi yang sedang mengemuka atau menjadi isu pemberitaan.

Fitur tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi kaum akademisi, juga setiap pengambil keputusan dan pemangku kebijakan.

Pada fitur Tutur Visual, pembaca akan disuguhi paparan sebuah persoalan secara mendalam dengan pendekatan multimedia (dilengkapi dengan foto, video, infografik, dan elemen multimedia lain). Fitur ini membantu pembaca untuk memahami sebuah persoalan dengan lebih komprehensif.

Selain menyuguhkan informasi khas harian Kompas dalam platform digital, Kompas.id juga menyajikan fitur e-commerce, yakni Gerai Kompas.

Di gerai itu, pengunjung Kompas.id dapat membeli paket berlangganan, merchandise, hingga membeli tiket masuk beberapa event yang diorganisasi oleh harian Kompas ataupun mitra penyelenggara.

Sumber :

Akses Kompas.id untuk Sivitas Universitas Airlangga