Oleh C ANTO SAPTOWALYONO

KOMPAS/CYPRIANUS ANTO SAPTOWALYONO


KOMPAS/CYPRIANUS ANTO SAPTOWALYONO
Sajian tarian dari Papua Barat memeriahkan pembukaan Kompas Travel Fair 2019 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat (20/9/2019). Acara akan berlangsung hingga Minggu (22/9/2019) mendatang.

JAKARTA, KOMPAS — Kompas Travel Fair kembali hadir pada 20-22 September 2019. Dalam penyelenggaraan yang kedelapan kali ini, Kompas Travel Fair 2019 menyajikan beragam pilihan mulai dari paket wisata, tiket pesawat, arena wisata, hotel, hingga perlengkapan perjalanan yang digelar serentak di empat kota.

Kompas Travel Fair (KTF) 2019 wilayah Jakarta diselenggarakan di Jakarta Convention Center. KTF 2019 wilayah Surabaya, Jawa Timur, digelar di Pakuwon Mall. KTF 2019 wilayah Medan, Sumatera Utara, diselenggarakan di Centre Point Mall. Adapun KTF 2019 wilayah Makassar, Sulawesi Selatan, di Phinisi Point.

”Di promosi itu ada istilah branding, advertising, selling. Ini (KTF) termasuk kategori selling. Dan, Kompas Travel Fair ini merupakan travel fair terbesar di Indonesia,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya seusai membuka dan meninjau KTF 2019 di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (20/9/2019).

Pada KTF 2019 di JCC, harian Kompas bekerja sama dengan PT Bank CIMB Niaga Tbk sebagai bank mitra, didukung Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, dengan penyelenggara Dyandra Promosindo.

Agar lebih besar lagi, Arief mengatakan, pihaknya memberikan masukan agar nantinya juga mengundang seller dan buyer dari luar negeri. Hal ini agar pembeli dari luar negeri pun membeli untuk destinasi di dalam negeri.

Partisipasi penjual dari dalam negeri harus lebih banyak untuk bertemu pembeli dari luar negeri tersebut. ”Jadi, pasar-pasar yang ada di Malaysia, Singapura, itu kita pindahkan ke sini,” katanya.

Arief meyakini, pola ini akan menjadikan KTF sebagai pameran perjalanan tingkat regional dan akhirnya global. ”Begitu Anda mengadakan international travel fair, (transaksi) minimal Rp 1 triliun,” ujarnya.

Menurut Arief, penjualan secara dalam jaringan juga harus dilakukan jika ingin tetap menggarap bisnis pariwisata. ”Sekali kita melakukan online, kita akan go digital dan akan menarik orang di mana pun mereka berada tanpa kita harus datang ke negara tersebut,” katanya.

Pemimpin Redaksi Kompas Ninuk Mardiana Pambudy dalam sambutannya menuturkan, Kompas mendukung upaya pemerintah meningkatkan industri pariwisata. Selain melalui KTF, upaya tersebut juga selalu dilakukan melalui tulisan dan laporan di harian Kompas.

Saat memberikan sambutan, Head of Segment and Retail Product CIMB Niaga Noviady Wahyudi menuturkan, CIMB Niaga bangga turut mendukung kemajuan industri pariwisata.

”Kami berikan berbagai program dan produk yang menarik bagi para traveller untuk mendapatkan pengalaman berwisata, baik di Indonesia maupun mancanegara,” kata Noviady.

Pembukaan KTF 2019 di JCC dihadiri pula oleh, antara lain, Sekretaris Daerah Papua Barat Nataniel Mandacan, Wakil Bupati Raja Ampat Manuel Piter Urbinas, dan Presiden Direktur PT Dyandra Promosindo Hendra Noor Saleh. (CAS)