Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kompas dibentuk pertama kali pada periode 5 Agustus 1989 – 28 Februari 1997. Secara umum litbang Kompas berperan sebagai pusat dokumentasi. Litbang Kompas juga kegiatan penelitian berbasis bisnis dan editorial serta mengembangkan teknologi informasi dan komunikasi.

Dari sisi editorial, Litbang bukan hanya mensupply data primer dan data sekunder tetapi juga mengenalkan data melalui penulisan hasil penelitian. Dengan semangat menghasilkan jurnalisme presisi, Litbang Kompas mengolah data primer yang disajikan dalam kemasan laporan survei, hasil hitung cepat pemilu maupun pengolahan data sekunder yang diproduksi dari hasil pengelolaan arsip pemberitaan dan data instansi lainya, diproduksi secara mandiri dan menjadi materi utama pemberitaan.  Secara spesifik keberadaan Litbang Kompas dimaksudkan untuk memperkaya konten (content enrichment), dan melakukan pengembangan produk (product development).

Litbang Kompas pertama kali melakukan penelitian pendapat umum atau yang dikenal dengan istilah polling bertemakan pemilu pada April 1971. Saat itu polling ditempatkan sebagai sarana baru melengkapi atau memperkaya informasi yang dipublikasikan media. Seiring berjalannya waktu, berbagi media massa juga terlibat mengawal pesta demokrasi dengan menggelar hitung cepat (quick count) tak terkecuali Litbang Kompas. Kerawanan terhadap proses pemilu mulai dari awal penyelenggaraan hingga penghitungan hasilnya kerap menjadi persoalan merupakan salah satu latar belakang pelaksanaan hitung cepat disamping mengetahui hasil secara cepat dan akurat. Selain itu data hasil hitung cepat tersebut dinarasikan di dapur redaksi dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Litbang Kompas terbagi menjadi empat bagian yakni Pusat informasi Kompas, Pusat Penelitian Kompas, Bidang Database, dan Pusat penelitian Bisnis (Puslitbis).

Pusat Informasi Kompas (PIK) mengelola sumber-sumber referensi dan rujukan pemberitaan Kompas. Jumlah koleksi buku per tahun mencapai 2.400 dan sudah mencapai 71.000 buku dengan konsentrasi tersebar pada masalah politik, ekonomi, dan sejarah. PIK juga dapat diaskes oleh berbagai pihak diluar lingkungan Kompas Gramedia melalui PIKnet.  PIK terbagi menjadi tiga bagian yakni bagian akusisi (mengelola bahan pustaka), pengolahan arsip elektronik dan digital, dan layanan informasi.

Salah satu layanan dari Pusat Informasi Kompas adalah Kompas Data yaitu layanan digital untuk mengakses koleksi data Kompas berupa:

Kumpulan berita dan artikel Kompas sejak tahun 1965.

Koleksi perpustakaan dengan keunggulan pada sosial, politik, ekonomi, komunikasi, dan referensi statistik Indonesia.

Koleksi foto karya wartawan dan pewarta foto Kompas yang dipublikasikan.

Koleksi data Kompas dalam bentuk visual grafis.

Pusat peneliti Kompas melakukan berbagai kegiatan penelitian guna menunjang kinerja bagian editorial. Metode penelitian yang digunakan bersifat scientific research dan memanfaatkan analisis statistic mengunakan SPSS+ sampai yang paling mutakhir.

Kegiatan mengumpulkan, menyimpan, mengolah dan selalu memperbaharui data agar tetap relevan dan memenuhi kebutuhan kini dan masa mendatang merupakan bagian dari tugas Bidang Database.

Bagian terakhir dari LItbang Kompas dalah Pusat Penelitian Bisnis (Puslitbis) menangani penelitian atau kajian untuk mendukung bisnis Kompas termasuk masukan terkait pengembangan produk. Namun pada tahun 2007 Puslitbis dipisahkan dari Litbang dan berada dalam unit bisnis Kompas.

Anda dapat mengakses data dan informasi di Pusat Informasi Kompas dengan mengunjungi situs kompasdata.id.