“Tak ada gading yang tak retak”, adalah peribahasa yang sering disampaikan untuk menunjukkan betapa lenturnya kehidupan manusia. Tetapi justru di sana terletak makna manusia dan kemanusiaan. Kompas, sebagai pers, sejak awal berdirinya selalu berusaha memberikan yang terbaik. Jurnalisme pada dasarnya adalah membei makna atas fakta dan peristiwa sebagai peristiwa kemanusiaan, secara tak langsung berada dalam ide besar mencerahkan kehidupan masyarakat bisa berkembang lebih baik.

Secara sederhana, upaya ini direalisasikan melalui konten editorial yang diproses dengan mengedepankan sinergi antara redaksi dan manajemen Kompas secara keseluruhan untuk kemudian disajikan kepada pembaca. Maka dari itu, Kompas selalu berupaya untuk menyajikan jurnalisme yang bukan sekedar reportase belaka,

namun hasil intisari yang didasarkan pada indepth reporting dan ragam ekspedisi dengan menggali khasanah dan kearifan lokal budaya setempat.

Penyajiannya pun tidak hanya dalam bentuk cetak tetapi juga digital yang diperkaya dengan berbagai fitur, sehingga menciptakan pengalaman lebih dari sekadar membaca. Upaya Kompas untuk selalu memberi lebih nyatanya berbuah berbagai apresiasi baik dari dalam hingga luar negeri.

Pencapaian ini tidak lepas dari komitmen, strategi, dan kerja keras bersama seluruh manajemen Kompas untuk memberikan yang terbaik kepada pembaca. Apresiasi ini didedikasikan kepada profesionalisme yang terus dikembangkan Kompas dalam semangat menyuarakan Amanat Hati Nurani Rakyat.

Sepanjang perjalanan harian Kompas, kami telah berusaha bekerja dan mengabdi sesuai dengan motto perjalanan kami untuk menjadi amanat hati nurani rakyat. Kerja yang diniati dengan ikhlas tulus dan mengabdi layaknya sebuah pohon yang pada nisbahnya akan berbuah dan dapat menjadi manfaat bagi semuannya. Karya dan kerja kami dipercaya dan diapresiasi oleh publik dalam beberapa award penghargaan yang kami raih baik secara nasional maupun internasional.

2005

  • Tiga (3) penghargaan jurnalistik MH Thamrin untuk kategori artikel umum, kebakaran dan foto

2006

  • Goldern Brand Award 2006 untuk kategori surat kabar.
  • Kompas Raih Penghargaan Swara Sarasvati 2010 yang diselenggarakan oleh Koalisi Perempuan Indonesia.
  • Harian Kompas menerima dua penghargaan Kementerian Negara Lingkungan Hidup, masing-masing kategori Surat Kabar Peduli LIngkungan dan Surat Kabar untuk Berita Foto Lingkungan.
  • Harian Kompas Terima Penghargaan dari Mahkamah Konstitusi (MK) karena dianggap banyak membantu mensosialisasikan fungsi dan kewenangan MK dalam pemberitaannya.
  • Indonesia Best Brand Award 2009 Platinum untuk kategori media.
  • Kompas Pecahkan Rekor Sepeda Santai.
  • Best Brand Award 2010 untuk kategori Koran.
  • WAN-IFRA Best In Design (Gold) 2010 untuk halaman pertama yang menampilkan foto Gus Dur.
  • Kompas meraih tiga (3) penghargaan. Best in User Generated Content, Best in Cross Media Editorial Coverage dan Best eReader-Tablet .
  • Agus Susanto, Fotografer Kompas Raih Penghargaan The Jakarta International Photo Summit 2010.

2011

  • Harian Kompas terpilih sebagai koran yang paling disukai perempuan.
  • Harian Kompas terpilih sebagai media cetak pengguna Bahasa Indonesia terbaik tingkat nasional.
  • Penghargaan dari asosiasi surat kabar sedunia (WAN IFRA) untuk bidang layanan publik dalam kategori World Young Reader Prize 2011.
  • Harian Kompas terpilih sebagai Indonesia’s Most Favorite Netizen Brand 2011 untuk kategori Koran (Wilayah Jakarta).
  • Kompas meraih (3) penghargaan pada Asian Digital Media Awards 2011 Hongkong (DMA11). Ekspedisi Citarum mendapat Gold Award pada kategori Cross Media, Silver Award untuk Best Newspapaer Website dan eReader Playbook mendapat Bronze Award untuk kategori Best eReader.
  • Kompas Raih Anugerah Tirtoadisuryo 2011.
  • Penghargaan media cetak yang terbanyak memuat isu lingkungan hidup periode 2011.

2012

  • Penghargaan Adam Malik (Award), untuk kategori media dan jurnalis terbaik.
  • Hadiah Adinegoro untuk karya jurnalistik karikatur.
  • Dua Emas pada Indonesia Print Media Award 2012 dan Indonesia Inhouse Magazine 2012.
  • Penghargaan Perunggu untuk aktivitas “Volunter In Action” dari Asosiasi Surat Kabar Dunia (WAN-IFRA), untuk kategori Layanan Komunitas
  • Penghargaan Emas (P.Raditya Mahendra Yasa), Perak (Agus Susanto) dan Perunggu (Yuniadhi Agung) dari Asosiasi Surat Kabar Dunia (WAN-IFRA), untuk kategori Sports Photography
  • Dua penghargaan pada malam “38 Tahun Anugerah Jurnalistik M.H Thamrin – PWI Jaya” untuk kategori “Artikel Layanan Publik” dan “Tajuk Rencana”
  • Penghargaan Pendidikan pada puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional 2012
  • Dua wartawan kompas dan satu fotografer mendapat penghargaan dalam acara Anugerah Penghargaan Bidang Kebencanaan (APBK) 2012 yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
  • Wartawan Kompas, Eny Prihtiyani meraih juara III lomba karya tulis jurnalistik IFC Indonesia.
  • Ekspedisi Cincin Api mendapat penghargaan emas dan perak dari (WAN-IFRA),
  • Harian Kompas meraih Transmigration Award 
  • Harian Kompas mendapat penghargaan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI). Selama dua tahun ini, Kompas dinilai sebagai satu-satunya media yang konsisten dan komprehensif menyosialisasikan kondisi geologi Indonesia, melalui peliputan Ring of Fire (cincin api).

2013

  • Harian Kompas meraih penghargaan Asian Media Award 2013.
  • Fotografer Kompas, Agus Susanto meraih penghargaan perunggu untuk fotonya ‘Indonesia Lawan Korea Utara (SCTV Cup)’
  • Melalui proyek Kompas Archipelago Culinary Expedition, Harian Kompas meraih penghargaan Digital Media Asia (DMA) 2013 untuk kategori tablet publishing.
  • Harian Kompas meraih Roy Morgan Customer Satisfaction Awards 2013 untuk kategori koran.

2014

  • PT Kompas Media Nusantara mendapatkan Bronze Award pada acara Asian Media Award 2014 di Hongkong untuk kategori Foto Jurnalisme dengan judul foto ‘Jakarta Tak Berdaya’.