1965-1975

1976-1990

28 Juni 1965
Kompas edisi perdana, dengan 20 berita di halaman 1, terbit 4 halaman. Terbit sebanyak 4.828 eksemplar dengan harga langganan Rp 500 per bulan.

2 Oktober 1965
Pepelrada Jakarta Raya mengeluarkan larangan terbit untuk semua harian, termasuk Kompas. Tanggal 3-5 Oktober Kompas tidak terbit.

6 Oktober 1965
Terbit kembali setelah mengantongi keputusan Penguasa Perang Daerah Nomor Keputusan 04/P/X/1965.

1966-1968
Krisis kertas membuat Kompas berulang kali terbit dengan ukuran, jumlah kolom, dan halaman bervariasi pada 1966 dan 1968. Dari lebar normal 43 cm menjadi 30 cm, dengan 5-6 kolom. Pada Maret 1968 terbit hanya dengan 2 halaman, dari normal 4 halaman.

4 Januari 1971
Berubah untuk pertama kali. Garis batas kolom dalam satu berita tidak ada. Garis batas kolom antar berita dipertahankan.

1972
Redaksi pindah
ke Palmerah Selatan.

26 Juli 1976
Iklan dua warna pertama.

6 Februari 1978
Terbit kembali. Sejak 21 Januari, Kompas dilarang terbit bersama Sinar Harapan, Merdeka, Pelita, The Indonesia Times, Sinar Pagi, dan Pos Sore.

17 September 1978
Kompas Minggu terbit dengan rubrik khas, seperti Gambar dalam Sepekan dan Fokus Peristiwa Pekan Ini.

1983
Menjadi juara umum Penghargaan Jurnalistik Adinegoro PWI Jaya 1982/1983 dengan 3 trofi, 1 medali perak, dan 1 medali perunggu. Salah satu karya yang mendapatkan trofi adalah karikatur GM Sudarta.

19 Agustus 1984
Pemenang I Penghargaan Jurnalistik Adinegoro 1988 bidang Tajuk Rencana.

1988
Pertama kali memuat foto berwarna, hasil repro lukisan. Iklan sudah mendahului terbit dengan empat warna sejak 1978.

1991-2000

2001-2010

1994
Transformasi digital: Pada 14 September 1994 diluncurkan Kompas Online. Kemudian pada 10 Maret 1999 muncul Kompas Cyber Media.

1 September 1997
Sejak 1 September 1997, melakukan cetak jarak jauh (CJJ) agar tiba di tangan pembaca lebih pagi.

1998
Mendapatkan penghargaan dari WHO atas dedikasinya melindungi masyarakat dari bahaya merokok dengan tidak memuat iklan rokok.

1998
Edisi 1000 Tahun Nusantara,
menyambut milenium ketiga.

10 November 2003
Kompas Kring diluncurkan. Melalui nomor 30008888 dan 021-2567 6000, masyarakat menjadi lebih mudah untuk berlangganan dan memasang iklan. Serta, mendapatkan informasi dan menyampaikan keluhan.

2 Januari 2004
Kompas harian terbit dengan halaman 1 berwarna secara rutin. Lembar Muda, terbit setiap Jumat, dikelola dengan melibatkan siswa SMA sebagai peliput dan penulis. Kedekatan ini menciptakan Komunitas Muda dengan berbagai kegiatan kreatif.

28 Juni 2005
Genap 40 tahun terbit dengan desain baru: (1) Jumlah kolom menjadi 7 dari 9, (2) Logo berwarna biru, (3) Ada navigasi di sisi kiri, (4) Halaman iklan terpisah, menjadi Klasika.

10 Agustus 2007
Peluncuran indeks harga saham Kompas100 bersama Bursa Efek Jakarta (kini Bursa Efek Indonesia).

Februari 2008
PWI memberikan Lifetime Achievement Award kepada lima tokoh pers, termasuk Jakob Oetama yang selama hidupnya telah membaktikan diri bagi pers Indonesia.

Juni 2009
Menggunakan teknologi ”quick response (QR) code” untuk menghadirkan konten multimedia melalui telepon seluler.

Akhir Juni 2010
Menghadirkan Kompas Editor’s Choice,

2010-2016

12 Oktober 2011
Kompas mendapatkan penghargaan dari WAN-IFRA dalam bidang Public Service untuk kategori World Young Reader Prize 2011.

24 November 2011
Kompas mendapatkan tiga penghargaan Asian Digital Media Awards 2011 dari WAN-IFRA. Salah satunya berupa Gold Award untuk liputan ekspedisi Citarum dalam kategori Cross Media Editorial Coverage.

28 November 2012
Kompas mendapatkan penghargaan Gold Award dari WAN-IFRA kategori Cross Media Editorial Coverage untuk liputan Ekspedisi Cincin Api Harian Kompas.

28 Juni 2013
Kompas Siang pertama kali terbit dalam bentuk e-paper.

4 Juli 2013
Jakob Oetama menerima penghargaan Asia Communication Award atas pencapaian luar biasa dalam bidang jurnalisme cetak dan pengembangan media dari Asia Media Information and Communication Centre (AMIC).

1 Maret 2015
Kompas Siang e-paper berhenti terbit. Update Kompas Siang dialihkan ke web print.kompas.com