Kompas Mempersembahkan Hitung Cepat PEMILU 2014

060414__filler-hitung-cepat-Kompas_7x270mmkfc_reguler

Jakarta, 7 April 2014 – Pesta demokrasi PEMILU sudah di depan mata. KOMPAS sebagai pilar keempat bangsa pun ikut andil dalam menyemarakkan iklim politik di Indonesia. Berbagai berita politik dan peta kekuatan partai terangkum dalam liputan khusus Indonesia Satu, yang tayang dalam integrated media group KOMPAS sejak awal  tahun 2014. Partisipasi KOMPAS sebagai media yang obyektif dan independen tidak berhenti disitu. Menyambut Pemilihan Legislatif, 9 April 2014 ini, Litbang KOMPAS akan menyajikan hitung cepat (quick count) dan survei pascapemilihan (exit poll).

 

“Penghindaran segenap potensi kecurangan diperlukan untuk mengawal jalannya pemilu dan hasil perhitungan suara. Hitung Cepat Kompas diselenggarakan guna mendorong terciptanya pemilu yang berkualitas. Tuntutan pemilu yang lebih berkualitas menjadi syarat mutlak dalam penyelenggaraan pemilu ke-4 pascareformasi politik 1998. Pemilu yang berkualitas tidak hanya dapat dinyatakan oleh besaran tinggi rendahnya partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilih mereka. Lebih dari itu, kualitas pemahanan akan pentingnya pemilu berikut segenap konsekuensinya dan langkah-langkah partisipasi dalam mencegah setiap potensi kecurangan pemilu, menjadi keharusan dalam pemilu kali ini”, ujar Bastian Nainggolan, Peneliti Senior Litbang Kompas.

 

Guna meningkatkan kualitas pemahaman masyarakat terhadap dinamika perkembangan Indonesia, Litbang Kompas sebagai lembaga riset independen sudah mulai berkiprah melakukan riset survey sosial sejak 1977. Survei yang berkaitan dengan pemilu pun telah dilakukan sejak 1987. Sedangkan partisipasi Litbang dalam menyajikan hitung cepat mulai dilakukan pertama kali tahun 2007 saat Pilkada DKI Jakarta. Kemudian dilanjutkan dengan rangkaian Pilkada di Jawa Barat (2008 dan 2013) serta Jawa Timur (2008 dan 2013).

 

Pemilu tahun ini sangat menarik sebab menjadi ajang kontestasi para calon presiden popular seperti Joko Widodo (Jokowi) untuk PDI-P, Prabowo untuk Gerindra, Mahfud MD untuk PKB, Aburizal Bakrie untuk Golkar dan duet Wiranto-Hari Tanoe untuk memenangkan Partai Hanura. Untuk memberikan informasi yang obyektif, independen dan mencerahkan masyarakat, Litbang Kompas mengambil 2000 jumlah sampel TPS dan responden.

 

Penentuan sampel dilakukan dengan metode sampel acak stratifikasi sistimatis dari daftar pemilih tetap. Dengan metode ini, sampel yang terpilih tersebar di 34 provinsi yang jumlahnya proporsional dengan jumlah pemilih. Sehingga diharapkan hasil hitung cepat Litbang Kompas menjadi presisi, seperti sebelumnya yang hanya memiliki seslisih di bawah 1 persen dari hasil perhitungan akhir KPU.

 

Untuk menjaga kredibilitas dan independensi, kegiatan rangkaian riset pemilu dan hitung cepat dilakukan secara mandiri, baik pelaksanaan maupun pembiayaannya. Kegiatan ini melibatkan lebih dari 10.000 orang yang tersebar di seluruh Indonesia. Relawan sebagai tenaga lapangan yang bertugas sebagai petugas survei (pewawancara) dan pengolah data berjumlah 2.780 orang.

 

Para relawan berasal dari kalangan mahasiswa dan masyarakat yang memenuhi kriteria tertentu. Sedangkan untuk mencapai presisi, hitung cepat ini juga melibatkan 8.000 narasumber untuk verifikasi data yang berasal dari panitia pemungutan suara (PPS), Ketua RT, serta kepala desa atau lurah di lokasi sampel.

 

Masyarakat dapat mengikuti pergerakan hasil pemilu legislatif tanggal 9 April 2014, mulai pukul 13.00 WIB di Kompas TV, Kompas Com, KONTAN, Sonora 92 Fm dan Motion 975 FM. Sedangkan ulasan mendalam mengenai analisa hasil hitung cepat (exit poll) olahan jurnalisme presisi redaksi Harian Kompas, disajikan dalam format infografis dan serial kartun mulai dapat diikuti di Harian Kompas mulai tanggal 6-11 April 2014.